Tampilkan postingan dengan label berita terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita terbaru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

YA ALLAH! YA ALLAH! YA ALLAH!!!, MESSI, AAAMMIIINNNN!


Beberapa hari yang lalu saya iseng-iseng buka youtube nyari video Messi lagi gocek bola. Ngacak aja sih saya asal klik pilih videonya Messi. Durasinya sekitar dua menitan. Berjalan beberapa detik, tiba-tiba dari kejauhan teman saya yang duduk gak jauh dari meja berkata ‘aaamiiiiin...........’.

https://roaringgazette.com/wp-content/uploads/2017/11/default.jpg

Saya anggap dia lagi mengamini sesuatu. Gak terlalu lama, dia mengatakan kata yang sama dan terus berulang. Terus saya pun penasaran juga dan akhirnya menanyakan ke dia “ Lu ngaminin apa sih dari tadi??”. Sambil ketawa-ketawa, dia mengatakan “Ya gue ngaminin orang yang lagi doa di laptop elu lah!! Kan kalau ada orang doa ya diamnini….” ujarnya singkat.

Dan, saya baru sadar, kalau suara yang diamini teman saya itu adalah suara komentator bola dalam bahasa arab. Dan udah pasti teman saya itu gak tahu apa arti yang di omongin si komentator arab itu. Ya yang jelas, si komentator itu mengomentari aksi gocekan si bintang Bercelona itu dengan menggebu-gebu dan kedengarannya sangat khusuk seperti orang lagi baca doa. Bahasa arab yang dilafalkan dianggap doa. Wkwkwkwkwk somplak!!!

Iya sih lucu juga. Kalau gak percaya, coba aja bandingkan suara komentator dengan imam masjid di Arab sana yang lagi membaca doa. Bandingkan mulai dari nada, intonasi naik turunnya, sampai beberapa kata yang diucapkan. Di lihat dari sisi kritis, apa yang disatirkan teman saya itu adalah fenomena ada di masyarakat kita.

Buat simulasi, coba deh dengerin video itu tetapi jangan lihat gambarnya. Dengarkan aja audionya. Insya Allah kalian bakal mengucap aamiin….aamiin…amin ya robbal alamin.....wkwkwkwk. Karena di dalamnya ada isinya penyebutan kalimat ‘Ya Allah! ya Allah! ya Allah!’. Kalau kalian gak terpingkal-pingkal, saya khawatir kalian akan berkata ‘Astaghfirullah, ini penistaan agama! Hehehe, tetapi selamat mencoba.

Dalam pandangan kita, Arab itu islam. Pakai baju gamis itu islam. Pakai surban atau peci itu islam. Bahasa arab itu doa dan lain-lainnya. Ketika ada orang yang ngomong bahasa arab dengan intonasi cepat dan sedikit dramatis, bisa saja kita mengamininya. Kita anggap sebagai doa. Karena apa? Sederhana aja, karena bahasa arab. Mengapa? Karena kita gak tau artinya. Gak terlalu serius dan asyik juga.

Ada kejadian serupa. Bedanya bukan suara melainkan tulisan. Beberapa waktu yang lalu timeline facebook dan twitter rame sama isu si mbak Agnes Mo yang menistakan agama Islam. Ramenyaaa....luar biasa. Bukan karena model bajunya yang kelewat erotis dan menohok mata, karena bahan yang dipakai mirip kayak jala nelayan bikin kita jadi bisa menerawang celana dalemannya, tapi karena tulisan rok bagian bawahnya lah yang dipermasalahkan. Tulisan itu dalam bentuk aksara arab.

https://cdns.klimg.com/kapanlagi.com/g/2016/01/12/agnez_mo-20160112-022-bambang.jpg

“Almutahidah” yang bahasa Indonesia artinya persatuan. Ntah bagaimana dasar orang yang mengatakan itu menistakan agama, mungkin dia pernah melihat kata tersenut di salah satu ayat Alqur’an, tapi Kalamullah kan gak bisa diambil sepenggal-sepenggal, harus utuh. Ada lagi netizen yang menghujat simbak Agnes sudah menodai kesucian bahasa Arab karena dipakai di rok transparannya. Yah...ini tambah lucu hahahaha.

Bahkan Pak Cholil Nafis, Ketua Dakwah MUI Pusat menyatakan kalau pakaian yang dipakai Agnes itu bukan ayat Alqur’an, jadi gak menodai kesucian Islam.
Bukannya mau bela Agnes, saya bukan fan nya, bahkan karyanya aja yang saya tau cuma dua, coke bottle, sama pernikahan dini (ini juga karena dulu rebutan TV sama emak doyan sinetron hahha). Tapi saya cuma gak mau nanti orang muslim dicap pada sumbu pendek. Itulah pentingnya orang islam supaya berilmu dan bersabar sedikit untuk menela’ah sedikit apa yang sebenarnya terjadi.

Duh udah lah gak usah serius-serius amat, ntar bisa setress. Yang penting Aaaamiiiinn.....

Nb: tulisan ini terinspirasi dari teman saya faridl yang sommmplak.  


Jumat, 23 Desember 2011

Jangan Resolusikan Indonesia Dulu di Tahun 2012!

Ha?? Gak salah judul tuh?? Gak kok :) saya memang sengaja memasang judul yang agak frontal seperti itu.
Sebelumnya saya akan meluruskan arti resolusi tersebut yang biasanya dimaknai oleh orang Indonesia sebagai "apa janji atau komitmen yang ingin diraih atau diwujudkan oleh seseorang"
Sebenarnya, apa sih arti resolusi itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia
Link
"putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah"

Jadi...seandainya saya menjadi salah satu anggota DPD RI, saya harus membenahi diri saya dulu sebelum memajukan bangsa Indonesia, jika dari pihak DPD nya sendiri belum bener, gimana bisa Indonesia jadi maju?? Ujung-ujungnya malah jadi rusak dan brantakan :D
Selanjutnya saya akan berusaha membenahi lingkungan sekitar saya dan rekan-rekan kerja saya agar menjadi pribadi yang unggul.

Terus caranya gimana dong supaya bisa menjadi pribadi yang unggul?
Bisa dimulai dengan menegakkan kedisiplinan, yaitu dimulai dari bangun tidur yang tidak boleh kesiangan, kemudian berusaha mempunyai hobi membaca, pokoknya tiada hari tanpa membaca buku, karena bangsa yang maju itu masyarakatnya suka dengan membaca buku. Dan yang paling penting mengenai kedisiplinan kita juga tidak boleh melupakan agama, yaitu melakukan ibadah,misalnya bagi yang Islam, solat harus 5 waktu, tidak boleh bolong-bolong, mengapa?? karena jika solat kita bagus, maka insyaAllah sema amal perbuatan kita juga bagus.

Itulah salah satu impian saya jika menjadi anggota DPD RI. Ayo! Kita bangun bangsa Indonesia ini dimulai dari membenahi diri kita sendiri, keluarga kita, dan teman-teman kita :)

Mayat Di atas Kubah Masjid Nabawi {REAL}

Qubbatul Khadhra’ (kubah hijau) yang terlihat megah di Masjid Nabawi berfungsi menaungi kuburan jasad Rasul Saw yang mulia didampingi kedua sahabatnya sekaligus mertuanya yaitu Abu Bakar Siddiq ra dan Umar bin Khattab ra.Tempat tersebut dahulunya adalah rumah baginda Rasul SAW karena setiap Rasul yang diutus oleh Allah Swt dikuburkan di mana dia wafat.Sebagaimana sabda Nabi Saw: "Tidak dicabut nyawa seorang Nabi pun melainkan dikebumikan dimana dia wafat." (HR. Ibnu Majah)

Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah,pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membangun Masjid Nabawi dengan membeli tanah seharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl dan Suhail berukuran 3 x 30 m.

Bangunan yang sederhana itu hanya berdindingkan tanah yang dikeringkan, bertiangkan pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma.Sebelah Timur bangunan Masjid Nabawi dibangun rumah Nabi Saw,dan sebelah Barat dibangun ruangan untuk orang-orang miskin dari kaum Muhajirin yang pada akhirnya tempat itu dikenal dengan tempat ahli Suffah (karena mereka tidur berbantalkan pelana kuda).

mayat diatas kubah Baru pada tahun ke-7 H,Nabi mengadakan perluasan Masjid Nabawi ke arah Timur,Barat,dan Utara sehingga berbentuk bujursangkar 45 x 45 m dengan luas mencapai 2.025 m2 dan program jangka panjang untuk memperluas Masjid Nabawi seperti yang kita lihat sekarang ini diisyaratkan oleh Nabi Saw dengan sabdanya menjelang wafat: “Selayaknya kita memperluas masjid ini”.

Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi untuk dihancurkan,lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati.Mayatnya melekat pada kubah hijau tersebut dan tidak dapat diturunkan sampai sekarang.Syekh Zubaidy,ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi,dan terdengar suara yang mengatakan “Tidak ada satu orang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang belakangan hari dapat mengambil,i’tibar”.

Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan langsung dengan mata kepala. Bagi yang tidak Percaya dapat berkunjung langsung ke sana
Spoiler for Pict 1:


Spoiler for Pict 2:
sumber:kaskus.us

Kode Babi Pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ICE CREAM MAGNUM)


Kode Babi Pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ICE CREAM MAGNUM)
oleh Abdul Fikhri pada 21 Maret 2011 jam 18:48

Mungkin sudah banyak yg tahu, tapi mungkin banyak juga yang belum tahu atau lupa. Kejadiannya berawal waktu anak2 minta dibelikan es krim MAGNUM, sampe di rumah saya baca dan amati komposisinya. Ternyata ada kode E472 yang artinya mengandung LEMAK BABI..., tapi ANEHnya bisa dapat LOGO HALAL MUI!!! so, berhati-hatilah temans dan saudara2 dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Biasakan BACA dan TANYA jika kita ingin makan sesuatu, terutama HALAL HARAMnya.... Kode Babi Pada Makanan Kemasan (Oleh Dr.M.Anjad Khan) Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan.Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi : E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430,E431, E432, E433,E434, E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474, E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493,E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.

sumber:kaskus.us

Mari "Musnahkan" Pengangguran Indonesia!

Seperti yang kita ketahui, pengangguran di Indonesia semakin tahun terus meningkat, setiap tahun pasti bermunculan para sarjana baru di Indonesia

tapi apa hasilnya? Bukannya pada mendapatkan pekerjaan malah menjadi pengangguran -_-" .

Tanya kenapa?? Ini disebabkan para sarjana itu tidak mempunyai skill (bakat) yang pernah diasah dan dikembangkan. Mereka hanya dituntut untuk menguasai hal yang sebernarnya "tidak terpakai" dalam kehidupan sehari-hari, tapi tidak sepatut-nya juga sepenuhnya di tinggalkan.
Lalu bagaimana solusinya?
Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan memfokuskan dunia pendidikan tetapi dalam hal mengasah yang skill masyarakat, misalnya mendukung dan memajukan agen bimbingan (les) atau Sekolah Menengah Kejuruan, yang dimana muridnya memiliki bakat sesuai jurusan masing-masing.
Jadi ketika mereka lulus dari perguruan tersebut mereka mempunyai bakat masing-masing yang bisa mereka pakai di dunia kerja, seandainya mereka tidak diterima dalam suatu perusahaan, mereka bisa membuat perkerjaan mereka sendiri (menjadi entrepreneur) yang dimana mereka bisa "menjual" skill mereka, bahkan jika mereka menjadi seorang entrepreneur, mereka bisa menciptakan lapangan kerja baru yang dimana bisa memusnahkan para pengangguran